Senin, 20 Desember 2010

I love my husband forever

Rasanya kantong mata ini tidak mau lagi membuka lebar jendelanya, seakan hembusan angin AC diruangan ini turut mendukung, seolah mata ini langsung gelap seperti padamnya lampu. Yupps,,...itulah rasanya jika ngantuk menghampiri, ingin rasanya berendam lama-lama dikamar mandi membasuh seluruh wajah dan tubuh ini agar terlihat lebih segar lagi. Lebih nikmat lagi jika ada secangkir kopi susu hangat ataupun coklat panas hangat...hemm...pasti rasanya nikmat dan membuat mata ini untuk melek lagi. Tapi tidak boleh untuk saat ini karena aku sedang berbadan dua dan tips yang aku dapatkan dari dokter maupun info-info lainnya seputar masa kehamilan melarang seorang ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein....hemmmm,... seperti nama group band saja. Tapi tidak menjadi masalah buat aku karena akupun tidak terlalu menyukai minuman yang bernama kopi tersebut. Bagiku saat ini yang terpenting dalam hidupku adalah calon bayi yang masih ada dalam rahimku ini, insyaAllah dia selalu sehat dan dilindungi oleh Allah SWT. Aku pun selalu berdo'a agar kelak bayiku menjadi anak yang soleh/soleha, anak yang tampan,cantik, pintar,cerdas, anak yang patuh kepada kedua orang tuanya, anak yang sehat jasmani dan rohaninya, anak yang penyabar, anak yang menjalankan segala perintahMu dan menjauhi segala laranganMu. (Amin). Tidak ada bedanya dengan do'a-do'a ibu-ibu pada umumnya. Tak terasa waktu yang berjalan ingin mengganti hari ini, jarum jam terus berdendang dengan detak, detik ke menitnya yang akan menganti hari ini ke hari esoknya.
Waktu yang dilalui tidak akan terasa jika kita memiliki orang-orang yang kita cintai yang mendukung kita dikehidupan ini. Dia belahan jiwaku aku pun belahan jiwanya, ragaku adalah nafasnya, impianku adalah impiannya karena kita akan selalu bersama sampai ajal memisahkan kita. Alangkah indahnya kebersamaan ini saling mengisi kekosongan dan kehampaan dalam ruang hidup, saling menghargai dan menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, kepercayaan dan kejujuran adalah hal yang sangat penting dalam menjalin sebuah komitmen dalam kehidupan bersama. Perbedaan sifat dan cara pandang atau pola pikir yang berbeda bukan menjadi masalah ataupun hambatan jika kita sama-sama saling mengerti keadaan satu sama lain. Ego memang sulit dihilangkan tapi akan hilang dengan sendirinya begitu cinta yang tulus datang, cinta yang saling berfikir dan menghargai arti sebuah kehidupan yang berdampingan. Perbedaan bukan hambatan lagi melainkan hal yang menarik. Karena jika semuanya sama maka tidak ada yang menarik dalam hidup ini.
Setahun lebih sehari telah kujalani hidup ini dengan dirinya yang aku cintai dan kagumi, manis asam pedasnya kehidupan kita lalui bersama. Kini dan untuk selamanya aku selalu merasa membutuhkan dia begitupun dirinya terhadap diriku. Aku hanya bisa berdo'a jadikanlah keluarga kecil ini suatu keluarga yang sakinah, mawadah, warohma,  jadikanlah aku dan dirinya tetap menjadi satu tidak akan terpisahkan sampai ajal yang memisahkan kami. I love my husband forever.

Minggu, 19 Desember 2010

Mata-mata mengintai,...

Seraut wajah berupaya menyusup menatap tajam padaku seolah ingin mengetahui suatu hal yang lebih dariku, entah mengapa dia memandang seperti itu seolah-olah ingin memata-mataiku lebih jauh. Hemm,,, tak apalah tak ada yang perlu di khwatirkan toh tidak ada sesuatu yang tersembunnyi dariku. Aku tak punya hal yang istimewa yang dirahasiakan. Lagi pula jika dia memandang jauh lebih dalam terhadapku mungkin dia sangat kagum padaku. Hahahaaaa.....,,, bisa saja diri ini berguman seperti itu. Memang benar tak ada salahnya jika seseorang menatap orang lain jauh berbeda dari pandangannya selama ini, tapi tak baik juga melakukan hal seperti itu karena dapat menimbulkan kesalah pahaman antara keduanya. Orang yang dipandang berlebihan seperti itu akan merasa aneh, dan tak biasa serta akan bertanya-tanya dalam hati atau mengira-ngira apa maksud dan tujuan dari orang yang memata-matainya.

Harum namanya,,...

Tidak dapat dipungkiri lagi aku memang senang menulis dan meluangkan waktuku hanya untuk mengotori lembar demi lembar kertas putih dihadapanku, tapi sayang sesaat kesenangannnku ini hanya bisa terpendam dan termakan oleh waktu yang berjalan, hingga pada akhirnya ku temukan kembali kegemaran dan minatku ini. Namun boleh dibilang aku tak piawai dalam meluangkan apa yang ada dalam pikiran dan otakku ini, aku tak pandai berkata tapi hanya pandai memendam apa yang kurasa, dan apa yang seharusnya kujawab dan ku tuangkan ide-ideku, tapi tak ku keluarkan karena aku tidak percaya diri.

Momen-momen hebat dan luar biasa dalam hidup sering berlalu begitu saja tanpa nilai special dariku, tapi tak mengapa, aku hanya bisa berguman seperti itu, lain waktu insya allah bisa, tapi lain waktu kapan? Jika lain waktu itupun telah datang, tetap saja yang ku alami adalah hal-hal yang sama seperti biasa. Yah hari biasa,....hanya itu dan itu-itu saja. Sejenak aku berfikir dan bertanya pada diriku sendiri "Apakah aku lupa dengan cita-citaku waktu kecil dulu, dengan masa kecil yang optimis dan penuh keceriaan yang memiliki segudang harapan dan cita-cita, yang ingin namanya dikenang orang setiap saat, yang ingin namanya harum sepanjang masa. Dulu kupikir itu adalah hal yang mudah dan akan terwujud, namun saat ini adalah hal yang rumit dan sulit untuk menjadi kenyataan. 

Tapi bagiku itu tak mengapa, yang terpenting saat ini dan yang akan datang kubisa selalu berbuat kebaikan untuk semua orang yang membutuhkan pertolongan. Tidak usah jauh-jauh disekitar lingkungan kita saja, masih banyak yang perlu bantuan. Walaupun aku tak memiliki materi atau uang, harta yang berlimpah mungkin hanya tenaga yang dapat kuberikan. Semoga kelak generasi penerusku ini jauh lebih baik dan beruntung dariku, sehingga mereka dapat memberikan apa yang mereka punya atau miliki untuk dapat dimanfaatkan untuk kebahagiaan orang lain. Itu baru harum namanya,,.... 

Keikhlasan dan Kesabaran adalah kuncinya

Terkadang rasa cape dan lelah ini sering menghantui, seolah tak mau beranjak dari fikiranku. Hemmm,,,jika dipikir-pikir lelah juga menjalani hidup ini jika hanya seperti ini saja, lelah jika terus dipikirkan rasanya ingin berontak tapi alhamdulillah ku ucapkan terima kasih ku masih memiliki iman yang kuat yang sering menyadarkan diriku ini dari lamunan yang terkadang langsung membuatku murung dan ingin berontak serta tidak terima dengan apa yang kujalani saat ini. Aku juga harus bersyukur dengan orang-orang yang saat ini ku miliki yang ada disisiku yang selalu memberikan dukungan-dukungan, entah apa jadinya jika tidak ada mereka. Mereka bisa dibilang penyemangatku, disaat aku terjatuh maupun lagi bersinar mereka selalu ada. Dia adalah ibuku tercinta, kakak perempuanku tercantik, suamiku tersayang, adik-adikku yang cantik, pintar dan lucu. Alhamdulillah ku masih memiliki semuanya.
Ibu selalu berpesan " jalani hidup ini dengan sabar dan ikhlas, insya allah kelak akan memetik hasilnya". Ada makna dari semua yang kita jalani ini, memang tidak terus-menerus selalu lurus dan baik seperti apa yang kita inginkan, terkadang bahkan sering mengalami halangan dan rintangan dalam menjalankannya, semua ini dibutuhkan kesabaran. Oh,,, ibu aku sangat mencintaimu, walaupun saat ini usiamu sudah senja, rambutmu yang dulu hitam lebat kini mulai pudar memutih, raut wajahmu dan tulang pipimu menandakan betapa lamanya kau menjalani hidup ini. Aku sangat mencintaimu, engkau adalah orang hebat bagiku, engkau orang yang kuat menjalani hidup, sendiri memberikan nafkah untuk anak-anakmu sendiri memikul beban hidupmu. Ibu maafkan jika ku selama ini sering berbuat salah padamu, karena keegoisannku. Tapi bagimu tak mengapa dan kau tetap menyanyangiku membesarkanku dengan ketulusan dan kasih sayangmu hingga ku dewasa seperti sekarang ini. Ibu semua yang kau lakukan dan kau berikan sampai aku mati tidak dapat terbalas oleh apapun. Suatu saat kelak aku akan menjadi sepertimu, doakan aku ibu agar aku menjadi seorang ibu sepertimu yang ikhlas dan sabar dalam menjalani hidup.

Kamis, 16 Desember 2010

Berbicara dalam hati katakan iya or No”

Setiap manusia sering mengalami gejolak dalam hati. Bingung menentukan arah tujuan yang dimaksud. Adapun seseorang kadang lebih atau bahkan seringnya mengambil jawaban atau keputusan dari situasi tanpa memikirkan akibat yang akan ditimbulkan. Hatipun bergejolak, terkadang keputusan yang diambil lebih pada keegoisan, ketamakan dan bertentangan dengan hati nurani. Segala cara dilakukan demi mencapai sesuatu yang diinginkan walaupun sudah ada lebel “haram”…hemm manusia tetap saja akan menghalalkan segala hal yang diharamkan untuk mencapai keinginannya. Bisa dikatakan keinginan sesaat karena manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah didapatkannya. Sebenarnya wajar-wajar saja hal tersebut, namun jangan sampai melenceng dari norma-norma yang ada. Semuanya ini kita dibatasi oleh peraturan-peraturan dan tata tertib yang ada dan berlaku, tapi seringnya malah melanggar peraturan itu karena dalam filosofi mereka “Peraturan dibuat untuk dilanggar”. Mungkin salah satu penyebabnya mengapa peraturan banyak dilanggar karena anggapan orang tentang filosofi itu. Wajar saja kalau negara kita belum maju saat ini, yang konglo merat tambah berlimpah harta yang miskin makin kelaparan dan melarat. Semoga jalan pikiran kita masih lurus dan tetap berpikir jernih dalam mengambil segala keputusan atau tindakan, jangan sampai ada pihak yang dirugikan. InsaAllah. (Amin)